Varicella adalah penyakit yang
disebabkan oleh virus dan sangat menular, terutama terjadi pada anak-anak.
Penyakit ini di masyarakat dikenal dengan sebutan cacar air. Cacar air atau
Varicella simplex adalah suatu penyakit
menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster. Penyakit ini sangat mudah dikenali karena bentuknya yang
khas, yakni lenting berisi cairan (dalam istilah medis disebut vesikel atau
vesikula), tersebar hampir di sekujur tubuh bahkan di dinding bagian dalam
(mukosa) rongga mulut, hidung dan mata.
[Penyebab]
Penyebab cacar air adalah virus varicella-zoster.
Virus ini ditularkan melalui percikan ludah penderita atau melalui benda-benda
yang terkontaminasi oleh cairan dari lepuhan kulit.
Penderita bisa menularkan penyakitnya mulai dari timbulnya gejala sampai
lepuhan yang terakhir telah mengering. Karena itu, untuk mencegah penularan,
sebaiknya penderita diisolasi (diasingkan atau dipisahkan sementara). Jika
seseorang pernah menderita cacar air, maka dia akan memiliki kekebalan dan
tidak akan menderita cacar air lagi. Tetapi virusnya bisa tetap “tertidur” di
dalam tubuh manusia, lalu kadang menjadi aktif kembali dan menyebabkan herpes
zoster. Cacar air dengan mudah menyebar melalui droplet serta kontak dengan
kulit. Penyakit ini sering merupakan penyakit epidemik pada anak-anak, dengan
angka kejadian tertinggi pada anak usia 2-6 tahun, walaupun bisa juga ditemukan
penderita dewasa.
[Perjalanan Penyakit]
Virus varicella zoster masuk
ke dalam tubuh penderita melalui saluran pernapasan bagian atas (mulut juga),
memperbanyak diri (multiplikasi) dan menyebar (viremia primer) ke jaringan
setempat melalui aliran darah dan aliran getah bening. Selanjutnya virus
memperbanyak diri lagi untuk kemudian menyebar (viremia sekunder) ke seluruh
tubuh (terutama kulit dan mukosa).
Waktu terekspos sampai kena penyakit dalam tempo 2 sampai 3 pekan. hal ini bisa
ditandai dengan badan yang terasa panas.
[Gejala]
Pada permulaannya, penderita akan
merasa sedikit demam,
pilek,
cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi
virus. Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala
dan pusing. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan pada kulit yang berukuran kecil yang pertama
kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di
anggota gerak dan wajah.
Kemerahan pada kulit ini lalu
berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Ruam kulit ini
mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika
lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta)
yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap
(hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu
kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi.
Lain halnya jika lenting cacar air
tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk lebih dalam sehingga akan
mengering lebih lama. kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas
luka garukan tadi. setelah mengering bekas cacar air tadi akan menghilangkan
bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda,
bekas cacar air akan lebih sulit menghilang.
[Pencegahan]
Karena sifat cacar air yang sangat
mudah menular, maka perlu dilakukan usaha untuk mencegah kontak dengan
penderita. Vaksin Varicella hidup yang dilemahkan sudah berhasil dikembangkan
dan dicobakan pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit karena menderita
penekanan sistem imun ataupun yang telah kontak dengan penderita cacar air. Vaksin
terutama bermanfaat dalam mencegah penyebaran cacar air pada anak- anak dengan
resiko tinggi untuk tertular. Vaksin yang digunakan harus dapat memberikan
kekebalan yang sesuai dengan kekebalan alamiah tubuh.
Untuk mencegah cacar air bisa
diberikan suatu vaksin. Kepada orang yang belum pernah mendapatkan vaksinasi
cacar air dan memiliki resiko tinggi mengalami komplikasi (misalnya penderita
gangguan sistem kekebalan), bisa diberikan immunoglobulin zoster atau
immunoglobulin varicella-zoster. Vaksin varisela biasanya diberikan kepada anak
yang berusia 12-18 bulan. Vaksin tersedia bagi anak-anak yang berusia lebih
dari 12 bulan. Vaksin ini dianjurkan bagi orang di atas usia 12 tahun yang
tidak mempunyai kekebalan.Penyakit ini erat kaitannya dengan kekebalan tubuh .
Untuk menghindari timbulnya bekas
luka yang sulit hilang sebaiknya menghindari pecahnya lenting cacar air. Ketika
mengeringkan tubuh sesudah mandi sebaiknya tidak menggosoknya dengan handuk
terlalu keras. Untuk menghindari gatal, sebaiknya diberikan bedak talk yang
mengandung menthol sehingga mengurangi gesekan yang terjadi pada kulit sehingga
kulit tidak banyak teriritasi. Untuk yang memiliki kulit sensitif dapat juga
menggunakan bedak talk salycil yang tidak mengandung mentol. Pastikan anda juga
selalu mengonsumsi makanan bergizi untuk mempercepat proses penyembuhan
penyakit itu sendiri. Konsumsi buah- buahan yang mengandung vitamin C seperti
jambu biji dan tomat merah yang dapat dibuat juice.
Lentingan pada umumnya tetep
bermunculan walaupun sudah diobati. Misalnya seseorang datang ke dokter pada
hari kedua dimana lentingan (vesikel) masih belum banyak, maka tetap akan
bertambah hingga mencapai puncaknya pada hari ke 5-7 walaupun sudah diberi obat
lengkap. Bukan berarti obatnya tidak mempan, tapi memang perjalanan penyakitnya
seperti itu.
Sebaiknya penderita cacar air
melakukan istirahat dan bagi pelajar sebaiknya tidak berangkat sekolah
mengingat masa penularan diperkirakan berlangsung 1 minggu sejak mulai
timbulnya lenting. Bapak dan ibu guru juga seyogyanya memahaminya. Hal ini
untuk memprcepat proses penyembuhan dan mencegah penularan ke orang lain.
Tidak ada pantangan makan bagi
penderita cacar air, justru dianjurkan makan makanan bergizi. Cacar airpada
wanita hamil (trimester or 3 bulan pertama) dapat menimbulkan kelainan bawaan
(konginetal), sedangkan pada wanita yang terkena penyakit ini beberapa hari
menjelang kelahiran dapat menyebabkan cacar air pada bayinya.
[Pengobatan]
Penyakit cacar air ini sebenarnya
dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan adanya
serangan berulang saat individu tersebut mengalami panurunan daya tahan tubuh.
Penyakit varicella dapat diberi penggobatan “Asiklovir” berupa tablet 800 mg
per hari setiap 4 jam sekali (dosis orang dewasa, yaitu 12 tahun ke atas)
selama 7-10 hari dan salep yang mengandung asiklovir 5% yang dioleskan tipis di
permukaan yang terinfeksi 6 kali sehari selama 6 hari. Larutan “PK” sebanyak 1%
yang dilarutkan dalam air mandi biasanya juga digunakan.
Setelah masa penyembuhan penyakit
cacar air, dapat dilanjutkan dengan perawatan bekas luka yang ditimbulkan
dengan banyak mengonsumsi air mineral untuk menetralisir ginjal setelah mengonsumsi obat. Konsumsi
suplemen vitamin C ataupun yang langsung dari buah-buahan segar seperti juice jambu biji,
juice tomat
dan anggur.
Vitamin E
untuk kelembaban kulit bisa didapat dari suplemen vitamin, minuman dari lidah buaya,
ataupun rumput laut. Penggunaan lotion yang mengandung pelembab ekstra saat
luka sudah benar- benar sembuh diperlukan untuk menghindari iritasi lebih
lanjut.
Terapi yang biasanya dilakukan
adalah terapi suportif untuk peningkatan kondisi sistem kekebalan tubuh dan
terapi untuk mencegah infeksi sekunder (infeksi penyakit lain yang menyusul
infeksi oleh suatu penyakit) akibat lesi/luka dari vesikel-vesikel yang timbul.
Kadang diberikan obat untuk mengurangi gatal (antihistamin). Jika terjadi
infeksi bakteri, diberikan antibiotik. Jika kasusnya berat, bisa diberikan obat
anti-virus asiklovir. Untuk menurunkan demam, sebaiknya gunakan paracetamol.
Obat anti-virus boleh diberikan kepada anak yang berusia lebih dari 2 tahun.
Untuk mengurangi rasa gatal dan
mencegah penggarukan, sebaiknya kulit dikompres dingin. Bisa juga dioleskan
losyen kalamin, antihistamin atau losyen lainnya yang mengandung mentol atau
fenol. Untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi bakteri, sebaiknya:
- kulit dicuci sesering mungkin
dengan air dan sabun
- menjaga kebersihan tangan
- kuku dipotong pendek
- pakaian tetap kering dan bersih.
Demikian sekilas tentang penjelasan
penyakit cacar air atau Varicella. Semoga bermanfaat.
Read More..